Kamis, 30 Juli 2009

ku membeli katak agar bapak itu bisa memberi makan keluarganya



Semua orang pasti tak asing dengan gambar diatas. Ketika saya kecil saya sering melihat setiap anak mempunyai hal semacam ini untuk menabung sisa uang jajanya. Kala itu eksistensi bank swasta masih bisa di hitung dengan jari. Celengan semacam ini semakin lama juga semakin tenggelam ditengah kepungan beberapa bank yang memberikan pelayanan yang lebih instant dan jauh lebih modern. Orang kini bisa dengan mudah menggunakan uangnya yang berada dalam tabungan dengan menggunakan atm atau transaksi pembelajaan langsung dengan kartu debit. Ini berbeda ketika saya dulu ingin membeli mainan saya harus mempelajari caranya bersabar agar dapat mendapatkan mainan tersebut.
Kemudian beberapa hari yang lalu saya melihat seorang bapak tua yang menggelar dagangannya yang berupa celengan tanah liat ini disekitar jalan affandi (gejayan) tepatnya di depan bank Mandiri. Saya sendiri tidak tahu motif dari bapak tersebut mengambil tempat berjualan di depan bank. Apa beliau bermaksud protes terhadap kemajuan jaman khususnya masalah perbankan, atau bisa juga beliau mencoba menyaingi eksistensi dari bank Mandiri tersebut dengan menjual produk tradisionalnya. Saya sendiri sudah sangat sering melihat beliau berjualan di tempat itu. Saya juga pernah berjanji jikalau suatu saat nanti saya punya penghasilan sendiri saya akan "menglarisi" bapak tua tersebut. Pernah juga saya berpikir berapa untung yang didapat oleh bapak tua tersebut setiap hari mengingat barangnya adalah sebuah barang yang tidak "trend" lagi. Saya juga menyadari gigihnya perjuangan bapak tua itu dalam menjual barangnya ketika sekitar jam 11 malam saya melewati jalan tersebut dan beliau masih berjualan.
Namun janji ini ternyata tidak bisa terwujud secara cepat. Setelah sekitar 8 bulan saya bekerja baru kemarin malam saya membeli celengan dari bapak tua tersebut. Itupun juga tidak disengaja karena memang berencana mengambil atm. Saya pikir harga dari celengan itu mencapai 30-40 ribu per buah namun ternyata celengan tersebut dihargai hanya 15 ribu rupiah. Mau dapat untung berapa bapak itu dalam sehari?bayangkan dia setiap hari membawa daganganya yang berat itu menggunakan sepeda. Kemudian saya membeli produk celengan yang berbentuk katak. Dan duit saya pun pas 20 ribu ada di kantong (tadi di atm ambil duit titipan pacar :D). Ya semoga saja duit 15 ribu ini berguna untuk bapak tua itu dan keluarganya dan saya mendapat pelajaran hidup dari semangat bapak tua itu untuk berjualan. Jangan pernah patah semangat untuk hidup! (sayang tidak saya tidak ada kesempatan untuk ngobrol dengan beliau)

FYI: kalau ada yang mau menglarisi dagangan bapak ini beliau biasa berjualan di depan bank Mandiri Gejayan. Tapi tidak selalu ada disana.

Rabu, 13 Mei 2009

when king meet kong


Dua ekor gorila kembar bernama king dan kong hidup bersahaja dalam sebuah hutan yang permai. Hingga suatu saat datang sekelompok pembalak liar yang ingin mendirikan perumahan yang merusak ekosistem alam dan mengganggu ketersediaan makanan bagi semua hewan disana. Aktivitas ini membuat king dan kong murka. Mereka berdua mendatangi langsung kantor property yang ingin mendirikan perumahan di hutan mereka kemudian memprotes.
Sang pemilik property ternyata orang yang keras kepala, mengetahui tabiatnya yang buruk itu king dan kong tidak bisa mengendalikan emosi mereka. King dan kong membelah semua rumah dan benda di tempat itu menjadi empat. Timbul perpecahan antara binatang dan manusia. Mereka menyerukan KILL HUMAN!KILL HUMAN!. Lalu dimana peran Tarzan sebagai raja hutan?

Senin, 11 Mei 2009

19 Parts Of Angrylution Mimic


Terkadang orang lebih suka memperhatikan metamorfosa sebuah kepompong menjadi kupu-kupu ataupun monyet menjadi manusia karena terlihat sangat scientific dan hebat. Namun orang sepertinya jarang melihat evolusi sebuah mimik muka yang berganti tiap detiknya. Bagaimana evolusi mimik muka ketika berbicara dengan seorang big asshole mouth ataupun ketika berbicara dengan pacar kita. Orang terkadang tidak pernah memperhatikan hal tersebut dan tiba2 saja orang itu sudah tertawa ataupun marah. Bagaimana jika kita memperhatikan progress dari awal hingga orang meluapkan sebuah perasaan tersebut?pasti akan sangat unik dan kita bisa menemukan fase fase yang berbeda karena fase tersebut berada di tengah-tengah hasil sebuah ekspresi.

Senin, 27 April 2009

skygazing



its my first try on my new second-hand action sampler...

Jumat, 24 April 2009

no noise after all

Selasa, 21 April 2009

kill.human


pernahkah suatu saat terpikirkan oleh anda suatu saat ada sekelompok binatang yang menuntut balas atas perlakuan semena-mena manusia terhadap diri mereka?mereka berkoalisi dan menuntut satu pesan yaitu KILL.HUMAN!

Selasa, 14 April 2009

ngoh! part 2



ngoh! part two...suarane fals opo abab e mambu?